Pentingnya Pendidikan Usia Dini pada Anak

Sebagai orang tua tentu Anda ingin anak-anak mendapat pendidikan yang terbaik untuk masa depan mereka, termasuk memberikan pendidikan di usia dini yang dapat membantu anak mengembangkan kemampuannya sebelum masuk jenjang pendidikan dasar.

Sebagai persiapan untuk memasuki jenjang pendidikan dasar di sekolah, orang tua perlu merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Biasanya anak-anak kemudian dikenalkan pada jenjang pendidikan usia dini yang melatih beberapa aspek dalam kehidupan anak yang paling dasar.

Menurut Psikolog Hernanda Anindita, M.Psi., ada empat aspek yang dirangsang melalui pendidikan usia dini, seperti aspek fisik untuk melatih motorik halus dan motorik kasar anak, aspek kognitif untuk kecerdasan anak, aspek afektif yang berkaitan dengan sosial dan emosional anak serta aspek bahasa atau komunikasi. Pendidikan tersebut dapat diberikan dapat dalam bentuk formal, nonformal maupun informal.

Beberapa orang tua memang sengaja mengikutsertakan putra atau putri mereka pada kelas pendidikan dini. Namun, tak jarang ada juga yang memilih untuk langsung mengikutsertakan putra putri mereka pada pendidikan dasar dan memilih mendidik sendiri mereka di rumah. Lantas, pada usia berapakah secara psikologis anak siap untuk mengikut pelajaran di kelas?

Perkembangan anak pada dasarnya berbeda-beda sehingga tingkat kematangan untuk siap belajar dalam kelas pun akan berbeda. Sebagai dasar pertimbangan apakah anak siap mengikuti pelajaran di kelas atau tidak dapat dilihat dari perkembangan fisik, perkembangan mental yang dapat diukur dari tes intelegensi untuk melihat kematangan sekolahnya, kemandirian anak seperti apakah ia masih menempel pada orang tua atau pengasuhnya, mampu memilih kegiatan yang disukai, dapat menyelesaikan suatu tugas, memiliki rentang konsentrasi yang cukup untuk mengikuti kegiatan di kelas dan dapat berkomunikasi dengan orang lain di sekitarnya baik guru maupun teman-temannya.

“Oleh karena itulah dibutuhkan pendidikan pada usia dini untuk membantu anak mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut sehingga siap belajar di kelas,” jelas psikolog yang praktik di Associate Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini..

Meski tidak dapat diterapkan pada semua anak, Hernanda mengatakan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa anak yang sudah memiliki pengalaman bersekolah di preschool akan dapat menyesuaikan diri lebih baik ketika harus memasuki jenjang sekolah dasar.

Lebih lanjut Hernanda mengatakan bahwa anak pada usia 0-3 tahun tentu lebih baik jika memperoleh pendidikan dini yang diberikan oleh orang tua sebagai cara untuk membangun kedekatan antara orang tua dengan anaknya. Setelah usia 3 tahun ada baiknya anak mulai dimasukkan ke dalam lingkungan pendidikan yang lebih berstruktur seperti sekolah. Apabila orang tua dapat merangsang perkembangan anak sama dengan yang dilakukan oleh sekolah, maka anak tidak perlu mengambil sekolah formal seperti preschool.

Pada dasarnya memberikan pendidikan pada anak adalah hal positif. Begitupun jika orang tua menyekolahkan anak di usia dini juga dapat meningkatkan kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan banyak bertemu orang lain, tidak hanya anak seusianya namun juga orang dewasa seperti guru. Selain itu, anak juga dapat mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan orang lain dan menyesuaikan diri dengan keadaan orang lain. Kemandirian anak juga akan lebih berkembang dan dapat menerima tokoh otoritas lain selain orang tuanya. Namun, dukungan orang tua juga sangat anak butuhkan dalam hal ini.

“Hal negatif dari pendidikan usia dini justru bila orang tua tidak ikut terlibat dalam pendidikan anak dan hanya menyerahkan sepenuhnya pada pengasuh ataupun sekolah. Terkadang orang tua merasa sudah cukup memberikan pendidikan kepada anak ketika sudah ‘menyerahkan’ anak pada suatu lembaga pendidikan, padahal setelah di sekolah, orang tua seharusnya melanjutkan pendidikan yang telah diberikan di sekolah,” ucap Hernanda menegaskan.

Ketika orang tua memutuskan untuk memberikan pendidikan dini pada anak, ada hal-hal yang harus diperhatikan seperti di bawah ini.

  • Perbanyak membaca buku mengenai pendidikan usia dini atau banyak bertanya pada ahli mengenai hal tersebut.
  • Buatlah keputusan apakah anak akan diberikan pendidikan usia dini melalui lembaga atau akan dilakukan sendiri
  • Bila memutuskan untuk melalui lembaga, carilah sekolah terdekat dengan rumah dan coba untuk berkunjung ke sekolah tersebut. Persiapkan diri mengenai kemungkinan informasi terburuk mengenai sekolah tersebut. Bertanya pada orang tua lainnya mengenai sekolah tersebut dan mengenai anak-anak yang bersekolah di sana.
  • Orang tua harus yakin dan nyaman dengan keputusan sekolah yang diambil karena hanya orang tua yang tahu sekolah mana yang terbaik bagi anaknya.
  • Di sisi lain, bila memutuskan untuk memberikan pendidikan sendiri, maka orang tua harus siap menyediakan waktu, membuat rancangan pendidikan untuk anak, menyiapkan lingkungan pendidikan yang dibutuhkan anak dan lain sebagainya.
Previous Post

No more post

Next Post

No more post